KPK Periksa Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmanti Eko Susetyowati, Terkait Kasus Proyek Jalan di Kaltim

indonesiasatu, 01 Feb 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Anita Firmanti Eko Susetyowati akhirnya dipanggil dan dimintai keterangan oleh KPK terkait kasus dugaan suap pekerjaan proyek jalan diwilayah Kalimantan Timur. 

Dalam pemeriksaan tersebut, Anita dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Refly Ruddy Tangkere.

"Betul, beliau dipanggil dan dimintai keterangannya sebagai saksi, untuk tersangka RTU (Refly Ruddy Tangkere)," tutur Plt, Jubir KPK Ali Fikri didepan wartawan, Senin (27/1/2020).

Refly dijerat sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus kasus dugaan suap pekerjaan proyek jalan diwilayah Kalimantan Timur, saat dia menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan. Refly tertangkap tangan saat KPK melakukan OTT pada 15 Oktober 2019.

Dalam perkara ini, Refly bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan Andi Tejo Sukmono telah ditetapkan sebagai tersangka suap. Refly juga diduga oleh KPK, telah menerima suap total Rp 2,1 miliar dalam beberapa kali penerimaan.

"Sebanyak 8 kali dengan besaran masing-masing pemberian uang sekitar Rp 200-300 juta, dengan jumlah total sekitar Rp 2,1 miliar terkait pembagian proyek-proyek," papar Ketua KPK yang saat itu diemban Agus Rahardjo dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Suap itu diberikan oleh Hartoyo sebagai Direktur PT Harlis Tata Tahta sebagai pelaksana proyek. Suap diduga berkaitan dengan proyek yang dikerjakan, yaitu Pekerjaan Preservasi, Rekonstruksi Sp.3 Lempake-Sp.3 Sambera-Santan-Bontang-Dalam Kota Bontang-Sangatta dengan anggaran tahun jamak 2018-2019 yang nilai kontraknya sebesar Rp 155,5 miliar.

Sementara Refly menerima Rp 2,1 miliar, sedangkan Andi diduga menerima setoran uang dari Hartyono dalam bentuk transfer setiap bulan melalui rekening atas nama orang lain. Rekening tersebut diduga sengaja dibuat untuk digunakan menerima uang dari Hartoyo. (***/gusti)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu